Kursus Pajak Murah – Pajak Penghasilan Badan

Kursus Pajak Murah – Pajak Penghasilan Badan

Pertama-tama kita harus tahu apa itu Pajak Penghasilan Badan. Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa. Berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-sebesarnya kemakmuran rakyat. Setelah mengerti apa itu pajak, kita harus mengenal penghasilan. Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun luar indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan bentuk apapun. Maka Pajak Penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dalam satu tahun pajak.  Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi Peseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditer (CV), perseroan lainnya, badan usaha milik negara (BUMN) atau badan usaha milik daerah (BUMD) dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma (FA), kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa (OrMas), organisasi sosial politik (OrSosPol), atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif (KIK) dan bentuk usaha tetap (BUT). Kursus Pajak Murah.

PPh Badan terdiri dari teori dan contoh kasus yang berhubungan dengan hak dan kewajiban pajak badan terhadap kewajiban perhitungan dan penyetoran serta laporan Pajak Penghasilan Badan. Pada dasarnya, tarif PPh Badan berdasarkan undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 menganut tarif tunggal yaitu sebesar 28% pada tahun 2010. Namun ternyata tarif PPh Badan juga harus memperhitungkan fasilitas pengurangan tarif sebgaimana diatur dalam pasal 31E Undang-undang tersebut. Adanya batasan peredaran usaha bagi wajib pajak badan yang berhak mendapatkan pengurangan tarif ini membuat tarif PPh Badan menjadi tidak sederhana. Kursus Pajak Murah.

Sudah kita ketahui, perubahan tarif PPh Badan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 mulai diberlakukan untuk tahun  2009. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000, tarif PPh Badan merupakan tarif progresif dengan menggunakan tiga lapisan tarif, maka Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, dalam pasal 17 Ayat (1)b dan Pasal 17 Ayat (2a) menyederhanakan dengan memperkenalkan tarif tunggal yaitu 28% tahun pajak 2009 atau 25% untuk tahun pajak 2010 dan selanjutnya. Berikut adalah contoh :

Tarif cfm UU Nomor 17 Tahun 2000 Tarif cfm UU Nomor 36 Tahun 2008
Lapisan PKP Tarif Lapisan PKP Tarif
s/d Rp 50 JT 10% 28% (2009)
Diatas Rp50Jt s/d Rp100Jt 15%
Diatas Rp100Jt 30% Berapapun Nilai PKP 25% (2010 dst)

 

Tarif Pasal 31E

Namun, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 ini juga memberikan fasilitas sebagaimana diatur dalam pasal 17 ayat (1)b dan pasal 17 ayat (2b) berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif normal. Lalu, siapa yang berhak untuk mendapatkan fasilitas pengurangan tarif? Pasal 31E ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Menyatakan bahwa Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp 50.000.000.000. Bagi wajib pajak tersebut diberikan fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% dari tarif sebagaimana dimaksud dalam pasal 17 ayat (1)b dan ayat (2a). Kursus Pajak Murah.

Berikut ini adalah contoh perhitungan Pajak Penghasilan yang terutang berdasarkan ketentuan Pasal 31E Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008, sebagaimana dijelaskan dalam penjelasan :

Peredaran Bruto PT X dalam tahun pajak 2009 sebesar Rp.30.000.000.000 dengan Peghasilan Kena Pajak sebesar Rp.3.000.000.000, maka PPh badan terutang tahun pajak 2009 untuk PT X adalah sebagai berikut :

Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto memperoleh fasilitas :

(Rp.4.800.000.000 : Rp.3.000.000.000 =                           Rp.480.000.000)

Jumlah Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas.

 

Rp.3.000.000.000 – Rp.480.000.000=                     Rp.2.520.000.000

Jadi, pajak penghasilan yang terutang adalah :

Atas PKP Rp.480.000.000 = (50% x 28%) x Rp.480.000.000

Rp.67.200.000

 

Atas PKP Rp.2.520.000.000  28%  x Rp.2.520.000.000

Rp.705.600.000

Jumlah Pajak Penghasilan yang terutang                Rp.772.800.000

 

Berdasarkan diatas, untuk wajib pajak badan dalam negeri, tarif pajak yang dikenakan adalah:

  1. Bagi wajib pajak dengan peredaran bruto tidak lebih dari 4,8M, dikenakan tarif PPh Badan sebesar 50% x 25% atau sama dengan 12,5% (tahun pajak 2010)
  2. Bagi wajib pajak dengan peredaran bruto lebih dari Rp50M, dikenakan tarif PPh Badan sebesar 25% (tahun pajak 2010)
  3. Bagi wajib pajak dengan peredaran bruto diatas Rp4,8M – Rp50M, dikenakan tarif PPh sebagai berikut:
  4. Untuk penghasilan kena pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp4,8M PPh terutang adalah 50%x25%xPKP. Artinya bahwa tarif PPh Badan adalah 12,5% pada bagian Penghasilan Kena Pajak.
  5. Untuk penghasilan Kena Pajak sisanya, PP terutang adalah 25%xPKP

 

Daftar Pustaka

  1. http://www.wibowopajak.com/2012/12/artikel-tentang-pph-badan.html
  2. Dudi Wahyudi (Pusdiklat Pajak)
  3. Buku

 

Dewi Puji Astuti

About The Author

Admin

No Comments

Leave a Reply

KONTAK KAMI


BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI KURSUS PAJAK MURAH ZAF INTERNATIONAL

Lokasi Kursus Pajak Murah




Alamat:

Jl. Madrasah No. 2, RT 03 / RW 07
Krukut, Limo - Depok

Telepon:

021 - 754 9620
0896 0467 2890

Jam:

Senin - Jum'at 09.00 - 17.00 WIB
Sabtu - Minggu 10.00 - 15.00 WIB

KELAS KURSUS PAJAK MURAH BREVET A DAN B ZAF INTERNATIONAL PENDAFTARAN: 0896 0467 2890 (WA) 021 7549620
Halo ...
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by