Kursus Pajak Murah – Selalu ada harga untuk kemewahan

Kursus Pajak Murah – Selalu ada harga untuk kemewahan

Kursus Pajak Murah – Anggapan masyarakat terhadap barang mewah dapat berubah dalam setiap zaman. Televisi, sekadar contoh, yang dulu bisa dikategorikan barang mewah kini menjadi barang biasa dan hampir selalu ada di setiap rumah.

Meski dapat berubah sewaktu-waktu, definisi barang mewah versi Kamus Besar Bahasa Indonesia masih bisa dipakai, yaitu barang yang mahal harganya, bukan merupakan kebutuhan pokok, melainkan untuk kemegahan, kebanggaan, kecantikan, kesenangan.

Dengan beragam kategori barang mewah itu, pemerintah mematok pungutan yang disebut Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Selalu ada harga dengan kemewahan.

Pada 1 Maret 2017 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan aturan barang yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar 20 persen sampai 75 persen. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain Kendaraan Bermotor yang dikenai PPnBM.

Peraturan Menteri Keuangan tersebut merupakan revisi atas PMK Nomor 206/PMK.010/2015 tentang Perubahan atas PMK Nomor 106/PMK.010/2015 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

“Tidak ada perubahan kebijakan jenis barang maupun tarif pengenaan PPnBM, melainkan hanya untuk menyesuaikan dengan Pos Tarif (HS) yang baru sesuai PMK Nomor 6/PMK.10/2017,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama, melalui Detikfinance.

Pajak Penjualan Atas Barang Mewahmerupakan pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.

Pemerintah menganggap bahwa PPnBM sangat penting untuk diterapkan agar turut menyumbangkan penerimaan negara. Pajak juga diharapkan menciptakan keseimbangan pembebanan pajak antara konsumen yang berpenghasilan rendah dan konsumen yang berpenghasilan tinggi.

Pajak PPnBM pun diharapkan dapat mengendalikan pola konsumsi atas barang yang tergolong mewah serta perlindungan terhadap produsen kecil atau tradisional.

Sejak 1983, pemerintah telah membuat payung hukum berupa undang-undang untuk memungut pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah. Pada revisi ketiga undang-undang nomor 42 tahun 2009, tarif pajak penjualan atas barang mewah ditetapkan paling rendah 10 persen dan paling tinggi 200 persen.

Kelompok barang kena pajak tergolong mewah yang dikenakan PPnBM diatur dengan Peraturan Pemerintah. Adapun jenis dan tarif barangnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan. Televisi dan beberapa peralatan elektronik telah dihapuskan dalam daftar objek pajak barang mewah sejak 2015.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2017, ada empat tarif untuk beberapa jenis barang mewah, yaitu 20, 40, 50 dan 75 persen.

Barang mewah dengan tarif pajak 20 persen adalah kelompok hunian mewah. Barang mewah itu berupa rumah dan town house dari jenis nonstrata title dengan harga jual sebesar Rp20 miliar atau lebih. Barang lainnya adalah apartemen, kondominium, town house dari jenis strata title, dan sejenisnya dengan harga jual sebesar Rp10 miliar atau lebih.

Jadi, calon pembeli yang berniat memiliki apartemen dengan harga jual Rp10 miliar, harus menyiapkan dana untuk pajak barang mewah 20 persen (Rp2 miliar), selain pajak jual beli.

Pajak barang mewah lebih tinggi, PPnBM 40 persen, dikenakan untuk kelompok balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa tenaga penggerak. Barang lainnya adalah kelompok peluru senjata api dan senjata api. Aturan ini tak berlaku apabila dipakai keperluan negara.

Pajak 50 persen berlaku untuk kelompok pesawat udara, yaitu helikopter, pesawat udara dan kendaraan udara lainnya, selain helikopter. Barang seperti senjata artileri, revolver, pistol, dan senjata api lainnya pun kena tarif 50 persen. Semua aturan ini tak berlaku kalau untuk keperluan negara.

Pajak terbesar 75 persen, yakni kapal pesiar, kapal ekskursi, dan kendaraan air semacam itu terutama dirancang untuk pengangkutan orang, kapal feri dari semua jenis serta Yacht. Pajak ini tak berlaku untuk kepentingan negara atau angkutan umum.

sumber: https://beritagar.id/artikel/berita/pajak-barang-mewah-selalu-ada-harga-untuk-kemewahan

About The Author

Admin

No Comments

Leave a Reply

KONTAK KAMI


BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI KURSUS PAJAK MURAH ZAF INTERNATIONAL

Lokasi Kursus Pajak Murah




Alamat:

Jl. Madrasah No. 2, RT 03 / RW 07
Krukut, Limo - Depok

Telepon:

021 - 754 9620
0896 0467 2890

Jam:

Senin - Jum'at 09.00 - 17.00 WIB
Sabtu - Minggu 10.00 - 15.00 WIB

KELAS KURSUS PAJAK MURAH BREVET A DAN B ZAF INTERNATIONAL PENDAFTARAN: 0896 0467 2890 (WA) 021 7549620
Halo ...
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by