Blog

INFO PAJAK !! Bahwa Penerimaan Pajak Tahun Depan, Beberapa Sektor Usaha Akan Menjadi Andalan

INFO PAJAK !! Bahwa Penerimaan Pajak Tahun Depan, Beberapa Sektor Usaha Akan Menjadi Andalan

INFO PAJAK !! Bahwa Penerimaan Pajak Tahun Depan, Beberapa Sektor Usaha Akan Menjadi Andalan
Beberapa tahun ke belakang, Pajak Korporasi menjadi andalan penerimaan pajak penghasilan (PPh). Otoritas pajak mulai mencari sektor usaha yang berpotensi memberikan sumbangsih besar di tahun depan seiring pemulihannya ekonomi.

Sederet sektor usaha yang akan menjadi kontributor utama penerimaan pajak antara lain sektor industri, perdagangan, informasi dan komunikasi, serta jasa kesehatan. Pernyataan berikut disampaikan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Neilmaldrin Noor.

“Diproyeksikan sektor-sektor tersebut masih mempertahankan pertumbuhan positif,” kata Neilmaldrin kepada Kontan.co.id, Jumat (14/11).

Sektor usaha lainnya diharapkan dapat ikut berkontribusi kepada penerimaan PPh Badan, seiring dampak technical rebound penerimaan tahun 2021.

Ditjen Pajak akan terus melakukan pengawasan pembayaran masa pajak dan kepatuhan material untuk memastikan jumlah setoran PPh Badan sesuai dengan kewajiban perpajakan para korporasi.

Untuk memperkuat organisasi KPP Pratama, Ditjen Pajak sejak tahun lalu telah melakukan pembedaan unit seksi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama yang melakukan pengawasan wajib pajak strategis penentu penerimaan dan wajib pajak lainnya berbasis penguasaan wilayah.

Dengan demikian, wajib pajak dengan porsi pembayaran yang besar di KPP Pratama diawasi account representative (AR) pada Seksi Pengawasan dan Konsultasi II. Sementara AR pada seksi lainnya fokus melakukan penggalian potensi serta melakukan penguasaan wilayah secara menyeluruh atas wajib pajak lainnya.

Penerimaan PPh Badan tahun depan juga akan lebih stabil karena tarifnya masih sama dengan tahun ini sebesar 22%. Kebijakan itu diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah membatalkan penurunan taif PPh Badan menjadi 20% sebagaimana sebelumnya diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2020.

Pada tahun lalu, realisasi penerimaan PPh Badan mencapai Rp 158,25 triliun dan pada tahun 2019 sebesar Rp 256,74. Kinerja dua periode tersebut menempatkan PPh Badan sebagai penyumbang penerimaan PPh terbesar. Sementara di tahun 2021 target PPh Badan sebesar Rp 215,09 triliun, tumbuh 35,9% terhadap realisasi tahun lalu.

Neilmaldrin belum bisa membeberkan target penerimaan PPh Badan tahun depan. Hanya saja, otoritas menargetkan secara umum penerimaan PPh pada tahun 2022 sebesar Rp 680,87 triliun atau tumbuh 10,7% dari outlook penerimaan PPh tahun 2021 senilai Rp 615,2 triliun.

Di lain sisi, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Reasearch Institute (TRI) Prianto Budi Saptono memperkirakan, penerimaan pajak korporasi tahun depan bakal stagnan atau sama dengan target tahun ini.

Karena, meski ekonomi diprediksi akan pulih, tapi tahun depan disinyalir banyak WP Badan yang melakukan kompensasi pembayaran PPh Badan karena kerugian yang dialami selama 2020-2021. Meski begitu, ia mengatakan jenis PPh lainnya akan mengkompensasi kinerja PPh Badan di tahun depan.

Penerimaan PPh Pasal 22 disinyalir akan meningkat sejalan degan kinerja perdagangan ekspor-impor yang mulai ramai di tahun ini, dan berpotensi berlanjut di tahun depan.

Pemulihan ekonomi juga akan mendorong kinerja PPh Pasal 23 yang bersumber dari jasa, serta PPh Pasal 26 atas transaksi luar negeri. Prianto juga mengatakan, PPh Pasal 21 pun meningkat karena kenaikan pendapatan.

“Dari sektor komunikasi dan informasi karena banyak aktivitas ekonomi beralih ke digital, industri dan perdagangan juga akan menggeliat karena konsumsi masyarakat. Sedangkan sektor kesehatan masih tetap menjadi sektor yang dibutuhkan dan penting di tahun depan,” kata Prianto kepada Kontan.co.id, Minggu (14/11).

Prianto juga mengatakan, penerimaan dari sektor pertambangan juga berpotensi meningkat karena perbaikan harga. Namun, sektor ini sensitif terhadap ekonomi global.

No Comments

Leave a Reply

KONTAK KAMI


BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI
KURSUS PAJAK MURAH ZAF INTERNATIONAL

Lokasi Kursus Pajak Murah

Alamat:

Jl. Madrasah No. 2, RT 03 / RW 07
Krukut, Limo – Depok

Telepon:

021 – 754 9620
0896 0467 2890

Jam:

Senin – Jum’at 09.00 – 17.00 WIB
Sabtu – Minggu 10.00 – 15.00 WIB

KELAS KURSUS PAJAK MURAH BREVET A DAN B ZAF INTERNATIONAL
PENDAFTARAN:
0896 0467 2890 (WA)
021 7549620

© Kursus Pajak Murah ~ 2017 All Rights Reserved

Open chat
Halo ...
Ada yang bisa kami bantu?