Apa Itu Pajak Penghasilan (PPh)?
Kamu pasti pernah dengar istilah PPh, kan? Nah, singkatnya, PPh alias Pajak Penghasilan itu adalah pajak yang dikenakan atas pendapatan yang diterima individu maupun badan usaha. Sederhananya, setiap kali kamu dapat penghasilan, negara minta “sedikit jatah”.
Mengapa Penting Memahami Jenis-Jenis PPh?
Sering bingung dengan berbagai jenis PPh? Santai aja! Memahami perbedaan PPh 21, 22, dan 23 bisa menghemat waktu dan menghindarkanmu dari masalah perpajakan yang bikin kepala pusing.
Mengenal PPh 21
Apa Itu PPh 21?
PPh 21 itu seperti “teman setia” buat kamu yang punya penghasilan tetap atau nggak tetap sebagai pekerja. Pajak ini dikenakan atas pendapatan gaji, bonus, honorarium, sampai THR.
Siapa yang Kena PPh 21?
Biasanya, karyawan swasta, PNS, freelancer, atau profesional seperti dokter dan pengacara yang punya penghasilan pasti nggak asing sama yang namanya PPh 21.
Contoh Penghitungan PPh 21
Misal kamu punya gaji Rp10 juta per bulan, ada penghitungan tertentu supaya tahu pajaknya berapa. Setelah dikurangi PTKP dan biaya jabatan, barulah ketahuan berapa yang mesti dibayar ke negara.
Mengenal PPh 22
Apa Itu PPh 22?
PPh 22 agak berbeda nih. Ini pajak yang dipungut atas transaksi tertentu, biasanya impor barang atau transaksi penjualan yang dilakukan pemerintah.
Objek yang Kena PPh 22
Umumnya objek pajaknya mencakup impor barang, pembelian dari pemerintah, atau transaksi tertentu yang sifatnya spesifik seperti penjualan BBM atau semen.
Contoh Kasus PPh 22
Contohnya saat kamu beli kendaraan dari dealer resmi, dealer itu biasanya sudah mengenakan PPh 22 dalam harga jualnya.
Mengenal PPh 23
Apa Itu PPh 23?
Kalau PPh 23, ini sedikit spesifik lagi. Pajak ini dikenakan atas pendapatan yang kamu dapat dari sewa, bunga, royalti, atau jasa tertentu seperti jasa konsultasi atau akuntansi.
Jenis-Jenis Objek yang Kena PPh 23
Beberapa objeknya antara lain royalti musik, sewa bangunan, hingga jasa-jasa khusus seperti manajemen atau IT.
Ilustrasi Singkat Penghitungan PPh 23
Misalnya, kamu menyewakan gedung seharga Rp50 juta. Nah, biasanya dipotong 2% atau 15% tergantung jenis pendapatannya.
Perbedaan Mendasar Antara PPh 21, 22, dan 23
Perbedaan Subjek Pajak
Kalau PPh 21 lebih ke individu karyawan, sedangkan PPh 22 lebih banyak ke transaksi jual-beli barang, dan PPh 23 cenderung pada pendapatan dari jasa atau royalti.
Perbedaan Objek Pajak
Objek PPh 21 jelas berupa gaji atau honor, sedangkan PPh 22 lebih ke barang, dan PPh 23 seputar jasa dan sewa.
Cara Pembayaran dan Pelaporan
Untuk PPh 21 biasanya langsung dipotong oleh perusahaan. PPh 22 dipungut saat transaksi berlangsung, dan PPh 23 juga umumnya dipotong langsung oleh pembayar jasa.
Kesalahan Umum dalam Menghitung PPh
Sering banget nih, kesalahan perhitungan pajak yang bikin ribet. Misalnya, lupa memasukkan komponen pengurang pajak seperti PTKP atau salah tarif pajak karena kurang update.
Tips Simpel Mengelola Pembayaran PPh
Supaya nggak pusing, biasakan catat dan pisahkan dokumen transaksi atau slip gaji. Kalau perlu, konsultasikan sama konsultan pajak biar nggak keliru.
Baca juga : Biar Gak Denda! Begini Cara Lapor SPT Sebelum Deadline
Kesimpulan
Jadi, sudah jelas kan perbedaan mendasar antara PPh 21, 22, dan 23? Kalau kamu memahami jenis pajak ini, dijamin hidupmu bakal jauh lebih tenang. Pajak nggak lagi jadi momok yang bikin panik tiap kali akhir tahun!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah freelancer wajib bayar PPh 21?
Ya, freelancer tetap wajib bayar PPh 21 jika memenuhi syarat pendapatan tertentu.
2. Apakah PPh 22 hanya dikenakan pada impor?
Tidak, bisa juga dikenakan pada transaksi domestik tertentu seperti penjualan kendaraan oleh dealer.
3. Kapan jatuh tempo pelaporan PPh 23?
Biasanya tanggal 10 bulan berikutnya dari transaksi.
4. Bagaimana jika telat bayar PPh?
Biasanya dikenakan denda administrasi sesuai aturan pajak yang berlaku.
5. Bisakah saya hitung sendiri pajak tanpa konsultan?
Tentu saja bisa, asal mau mempelajari dengan teliti!
Pesan Khusus:
“Pajak nggak seseram yang kamu bayangkan, asal kamu paham cara mainnya, semuanya jadi lebih simpel.”
Sekarang, kamu sudah paham bedanya kan?